top of page
Search

Seni Kinetik dalam Balutan Contemporary Art Gallery

  • Writer: Bang Joni
    Bang Joni
  • Oct 30, 2018
  • 2 min read

Bicara seni memang tak pernah ada habisnya. Seni selalu muncul dan berkembang dengan beragam konsep dan fungsi. Selayaknya teknologi, seni juga melakukan perubahan dan perkembangan di setiap zamannya. Salah satu karya seni yang tengah populer pada masa kini adalah seni kinetik yang termasuk dalam contemporary art gallery.

Tak banyak orang yang paham akan karya seni terbaik ini. Perlu diketahui, secara singkat seni kinetik merupakan suatu karya seni yang bergantung pada prinsip mekanik untuk menghasilkan beberapa efek. Gerakan ini sebetulnya sudah populer sejak tahun 50-an. Namun, belum banyak yang menjadikannya suatu karya seni utuh seperti yang terjadi sekarang-sekarang ini.

Dalam berbagai literatur tentang sejarah seni kinetik, ada beberapa perdebatan klasik tentang pemaknaan atau batasan ‘gerak’ itu sendiri dalam kaitannya dengan persepsi manusia. Persoalan gerak menjadi kian rumit karena terjadi persinggungan dengan kebudayaan digital. Teknologi media baru berikut kebudayaannya telah menggeser pemahaman tentang eksistensi suatu objek.

Kinetic Contemporary Art Gallery di Indonesia

Di Indonesia sendiri, mulai muncul banyak seniman kinetik pada tahun 2000-an. Di antaranya ada Jompet Kuswidananto, Hanriwirman Saputra, dan Deden Sambas yang mengeksplorasi makna ‘gerak’ pada seni kinetik dengan gaya artistik yang berbeda. Ada yang menggabungkannya dengan musik dan suara ada juga yang dihasilkan oleh material ‘sampah’, seperti plastik, rambut, dan kapas.

Pada tahun-tahun berikutnya, para generasi baru seniman mulai intens mendalami aspek gerak dalam berbagai karya. Barulah beberapa tahun belakangan mulai banyak bermunculan seni kinetik yang dipamerkan di contemporary art gallery di Jakarta. Beberapa seniman pada masa itu, seperti Ade Darmawan, Wiyoga Muhardanto, Lie Fhung, Yuli Prayitno, dan lainnya.

Perkembangan seni kinetik semakin tampak nyata ke permukaan semenjak kehadiran Edwin Rahardjo. Kini, beliaulah yang benar-benar concern mengembangkan seni kinetik di Indonesia. Beliau kemudian membuka contemporary art gallery yang banyak memamerkan karya seni kinetik di galerinya bernama Edwin’s Gallery. Beliau ingin menunjukkan, bahwa di Indonesia, spektrum praktik seni kinetik juga mampu berkolaborasi dengan seni dan teknologi.

 
 
 
Featured Review
Tag Cloud

© 2023 by The Book Lover. Proudly created with Wix.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Google+ Icon
bottom of page